Cerpen "Nature"
Kemana hujan pergi membawa sejuta senyum yang biasanya selalu menghiasimu....
Maap bila ku bersalah padamu,,,,,,
Bukan begitu maksud hatiku untuk melukaimu...
Hannya saja semua telah berbeda dari sebelum kau pergi dan saat kau datang kembali..
Andai aku bisa memilih mungkin aku tidak akan memilih jalan yang satu ini...
Saat dulu pertama kali kau datang aku masih berkutat dengan masa laluku...
Mungkin aku terkesan menghiraukanmu.....
Mendengar semangatmu, mimpimu dan optimismu bahwa bintang akan selalu menerangi langkahmu..
Sontak aku terkesan aku kagum, tapi rupanya aku terlambat untuk menyadari semuanya..
Tapi itu tak membuatku putus asa, aku mencoba kembali meraih bintangmu...
Hingga suatu ketika ku pikir kau memberiku sebuah isyarat bahwa bintang yang kau tuju bukanlah aku melainkan seorang yang lebih beruntung telah mendapatkan bintangmu yang belakangan ini ku kejar...:-)
Sedih memank, tapi apa yang harus ku buat...
Untuk kesekian kalinya aku merasakan kehilangan...
Namun, jangan salah aku tetap semangat menjalani ini semua...
Bahkan aku terkesan menyibukkan diri pada berbagai aktivitasku...
Hanya satu yang selalu ku jadikan semangat,
"Mungkin aku memank bukanlah bintang yang kau tuju pada akhirnya, tapi aku harus bisa meski sekedar menyamakan kedudukan bintangku sama sepertimu".
Bahkan sebuah vonis yang dijatuhkan padaku tak menurungkan niatku untuk tetap berjuang..
Dan sekarang ini kau kembali padaku,,
Kau bilang salah satu bintang yang ku tunjuk sebagai tempat terakhir pengembaraanmu nantinya adalah aku..
Betapa senangnya ku mendengar itu semua......
Batin ku menjerit, menyadari semua tak seindah yang dulu kubayangkan..
Mungkin jika dia mengetahui sebuah vonis yang ku sandang sekarang, dia akan hancur..
Mungkin lenih baik kuhancurkan hatinya saat ini juga selagi waktu belum sempat menenggelamkan aku dari muka bumi ini...
Sebaiknya aku terus sendiri hingga aku terhapus oleh waktu..
Mungkin Itulah yang terbaik buat kitaaaaaaaaa......
Karna hanya itulah yang ku tau sekarang ini....
Biarlah kuikhlaskan kau pergi mencari bintang yang lain selain bintang milikku..
Dan biarkanlah ku hidup dengan kenangan bahwa kau pernah ada dan menunjuk bintangku sebagi pilihanmu....
Kupikir itulah keputusan yang terbaEKKKKKKKKK..
Kau memank telah memilih bintang selain ku....
Tapi melihatmu semakin larut dalam dunia yang kau bangun sendiri....
Aku sangat sedih, maap aku telah membuatmu seperti ini....
Prestasimu begitu membanggakan buatku, tapi ku tau jauh dalam dirimu kau merasa sunyi dan sendiri...
Meski tak bersama aku selalu berusaha untuk mengethui keadaanmu disana.....
kau yang pernah bilang kita bertemu karena sang bintang maka bintang pulalah yang menyatukan kita......
Selagi bintang itu ada di muka bumi ini, selama itu pula aku akan berusaha untuk selalu ada untukmu.... -sebatas kemampuanku berada di sampingmu-.....

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda