Filsafat gethu dech :-)
Filsafat matematika adalah semua jawaban mengenai mengapa kita harus belajar matematika. jawaban mengapa kita harus belajar limit, integral, logaritma, dan lain2 yang sepertinya nggak akan kita pake kalo kita kerja dimanapun, kecuali di bidang2 yang berhubungan langsung dengan matematika.
Filsafat mempunyai mitra yang memainkan peranan penting yaitu logika bahkan sejak Filsafat masih mewadahi matematika dan ilmu yang lainnya. Tapi tidak semua system berpikir filsafat menjadi landasan utama bahkan dapat juga membawa pemahaman baru yang mungkin lebih kokoh, tetapi dapat pula terjadi bahwa pemikiran dapat menjadi mutan.
Filsafat dengan matematika mempunyai hubungan yang cukup erat. Selain keduanya merupakan induk dari semua ilmu yang lain, hasil dari keduanya juga tidak membutuhkan bukti secara fisik.
Menurut phythagoras, alam semesta diatur secara terukur. Mungkin contoh yang sederhana bumi berotasi 24 jam setiap hari dan hal itu tidak berubah sesuka hati bumi. Keteraturan inilah yang merupakan mengapa perlu balajar matematika.
Contoh, Jika para mahasiswa akan dengan mudah dan dipastikan benar, manakala diminta untuk mengerjakan soal nilai mutlak. Tapi ketika ditanya lebih lanjut apa makna dan pengertian dari nilai mutlak yang telah dikerjakannya. Itu, hampir dapat di-pastikan, tidak ada yang mengerti.
Padahal sesuatu yang mutlak adalah sesuatu yang ada karena dirinya sendiri dan bukan karena sesuatu yang lain. Pemikiran tersebut berpangkal pada sebuah realitas alam, yaitu :
1) Ditegaskan bahwa kalau ada sesuatu, maka harus ada “yang mutlak”
2) Diperlihatkan bahwa segenap realitas yang berubah-ubah tidak mungkin mutlak.
3) Ditarik kesimpulan bahwa selain realitas yang berubah-ubah mesti ada yang lain lagi, “yang mutlak”, yang tidak sama dengan realitas yang berubah-ubah itu.
Hal tersebut mungkin dapat dipahami bahwa Allah itu bersifat mutlak.
Filsafat mempunyai mitra yang memainkan peranan penting yaitu logika bahkan sejak Filsafat masih mewadahi matematika dan ilmu yang lainnya. Tapi tidak semua system berpikir filsafat menjadi landasan utama bahkan dapat juga membawa pemahaman baru yang mungkin lebih kokoh, tetapi dapat pula terjadi bahwa pemikiran dapat menjadi mutan.
Filsafat dengan matematika mempunyai hubungan yang cukup erat. Selain keduanya merupakan induk dari semua ilmu yang lain, hasil dari keduanya juga tidak membutuhkan bukti secara fisik.
Menurut phythagoras, alam semesta diatur secara terukur. Mungkin contoh yang sederhana bumi berotasi 24 jam setiap hari dan hal itu tidak berubah sesuka hati bumi. Keteraturan inilah yang merupakan mengapa perlu balajar matematika.
Contoh, Jika para mahasiswa akan dengan mudah dan dipastikan benar, manakala diminta untuk mengerjakan soal nilai mutlak. Tapi ketika ditanya lebih lanjut apa makna dan pengertian dari nilai mutlak yang telah dikerjakannya. Itu, hampir dapat di-pastikan, tidak ada yang mengerti.
Padahal sesuatu yang mutlak adalah sesuatu yang ada karena dirinya sendiri dan bukan karena sesuatu yang lain. Pemikiran tersebut berpangkal pada sebuah realitas alam, yaitu :
1) Ditegaskan bahwa kalau ada sesuatu, maka harus ada “yang mutlak”
2) Diperlihatkan bahwa segenap realitas yang berubah-ubah tidak mungkin mutlak.
3) Ditarik kesimpulan bahwa selain realitas yang berubah-ubah mesti ada yang lain lagi, “yang mutlak”, yang tidak sama dengan realitas yang berubah-ubah itu.
Hal tersebut mungkin dapat dipahami bahwa Allah itu bersifat mutlak.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda