Kesan-kesan kuliah Filsafat Matematika
Kalau ditanya apa kuliah Filsafat itu berkesan buat saya? Menurut saya amat berkesan sekali. Berkesan saat harus menyempatkan waktu untuk comment. Dengan gaya perkuliahan yang berbeda dengan mata kuliah yang lain, misalnya posisi duduk saat kuliah. Dapat mengambil pelajaran bahkan pendapat dari para filsuf dengan Pak Marsigit sebagai perantaranya. Yang tersulit adlah saat saya merasa malas untuk melakukan rutinitas itu, saya akan meras tertinggal. Misalnya saat saya tidak sempat membaca elegi yang telah ada, pasti saat pembahasan di kelas saya cumin bias mendengakan dan pembahasan itu hanya menurut pandangan yang ada, bukan lagi pure dari saya. Mungkin itu yang namanya mitos yang langsung saya telan bulat-bulat dari penjelasan Pak Marsigit tanpa saya bahas lebih lanjut lagi karena bagimanapun nanti saya berkomentar pasti sudah terkontaminasi oleh pendapat dosen.
Dan satu hal lagi dengan mengikuti kuliah ini, mau tidak mau saya juga jadi berkenalan dengan yang namanya blog. Dan karena kuliah ini pula saya jadi mempunyai sebuah blog yang saya berinama bintang yangterindah, dengan harapan keberadaan saya dapat menjadi sesuatu yang indah bagi yang mengenalnya. Tetapi dalam blog itu saya lebih cenderung curhat daripada menulis tentang filsafat itulah penyalahgunaan blog yang saya buat karena seharusnya blog itu saya buat hanya untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat bukan untuk sekedar curhat. Mungkin jika Pak Marsigit membuka blog saya hanya akan tertawa gelid an berkata “ koq ada ya mahasiswa saya yang seperti ini”. (hehehehehe).
Sejauh ini ada hal positif yang dapat saya ambil ketika belajar filsafat. Salah satunya saya jadi terbiasa untuk membaca pluz berlatih menulis comment. Bahkan saya juga jadi mengetahui bahwa filsafat tak sebegitu rumit bayangan saya, dan ternyata filsafat itu ada disekitar kita. Filsafat itu merupakan suatu pola pikir yang merupakan refleksi dari peristiwa yang ada.
"Penampakan itu terbatas dan tak terbatas, terbatas jika sudah kita ucapkan dan tak tebatas jika masih dalam pikiran kita" hal tersebut merupakan satu dari beberapa elegi yang ada.
Bahkan Bapak mencoba melatih supay kita dalam menjawab suatu pertanyaan atau masalah bukan iya atau tidak tetapi yang terpenting bagaiman cara kita menyelesaikan masalah tersebut. Hal tersebut salah satunya terdapat dalam elegi yang mempertanyakan dahulu mana antara telur dan ayam.
Ada pula elegi menggapai harmoni, pesan yang dapat kita peroleh adalah bahwa setiap orang dalam hidupnya berusaha untuk menggapai harmoni. Meski untuk mencapainya tidak mudah, dan tak seorangpun yang tau apakah dia sudah menggapai harmoni, karena harmoni bersifat relatif tergantung bagaimana kita memandangnya.
Ada lagi elegi menggapai ruang dan waktu, elegi yang mengupas tuntas bahwa setiap orang hanya dapat berusaha mengngapai ruang danwaktu dan belum ada orang yang dapat menggapai ruang dan waktu karena jika ada seseorang yang mengaku sudah menggapai ruang dan waktu berati dia telah terjebak dalam ruang yang amat sangat gelap.
Dalam eleginya juga terdapat elegi menggapai sang Khalik, dimana halamannya kosong. Jujur awalnya saya bingung. Dan saya hanya bisa menebak mungkin maksudnya Siapapun tidak bisa mendeskripsikan bagaimana itu keberadaan sang Khalik secara fisik tetapi jauh didalm setiap lubuk hati kita, kita mengakui akan keberadaanNYa, betul tidak?. Dan dengan keyakinan yang ada itu, kita dituntut untuk terus berdoa kepadaNYa.
Kalau kita terus membicarakan filsafat dan elegy yang pernah ada mungkin tidak akan ada habisnya bahkan puluhan lembar kertas tidak dapat mengupas habis tentang filsafat karena filsafat amat dekat dengan kehidupan kita.
Filsafat itu menerjemahkan dan diterjemahkan, berarti saelama masih ada yang dapat menterjemahkan dan yang diterjemahkan selama itu pula filsafat akan ada.
Yang jelas dengan belajar Filsafat semoga dapat membuat saya menjadi manusia yang lebih baik. Dan dapat menambah wawasan saya bagimana harus memandang dunia dengan segala kerumitan yang disajikannya. Dan semoga kesederhanaan ilmu yang saya poenya dapat memcahkan rumitnya maslah yang telah muncul atau yang mungkin akan muncul. Dengan filsafat membuat saya tau akan hal-hal baru yang mungkin belum saya ketahui bahkan belum sempa sama sekali terpikir dalam benak saya.
Ternyata untuk memandang masalah yang ada di dunia tidak boleh hanya melalui satu sudut pandang melainkan beberapa sudut pandang. Jika dari beberapa sudut pandang itu ada yang saling berbenturan maka pilihlah yang menurut kita baik tentunya sesuai dengan hari nurani kita masing-masing. Dan berharap pandangan itu tidak lagi subyektif, seperti hari kemarin. Karena kembali lagi hidup itu suatu pilihan dan sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia wajib untuk memilih. Pilihan itu sedikit banyak akan menggambarkan tentang jati diri kita, bukan begitu??
Semua itu sebuah harapan semoga saya dapat menjadi manusia yang lebih baik yang lebih mengenal ruang dan waktu dan lebih tahu tentang wadah dan isi. Dan apapun yang saya putuskan tak lupa untuk mempertimbangkan kualitatifnya disbanding denngan kuantitatifnya. Dan semoga harmoni dalam hidup dapat saya gapai, meski itu hanya menurut saya. Dan semua harapan itu akan tercapai jika saya berusaha serta jika Allah menghendaki. Yang terpenting adlah saya akan terus berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik dan tak lupa berdoa pada sang Khalik supaya dapat menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Dan satu hal yang tak dapat diingkari yaitu dalam hidup kita pasti suatu saat akan mengalami yang namanya kontradiksi.
Begitulah menurut pendapat saya.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda